BAB 3
Kecepatan Akses Internet
A. Ukuran Kecepatan Akses Internet
Kecepatan akses internet adalah kecepatan transfer data pada
saat melakukan akses melalui jalur internet. Terdapat dua macam kecepatan akses
internet,yaitu downstream dan upstream. Downstream merupakan kecepatan pada
saat kita mengambil data-data dari server internet ke computer kita. Misalnya
saat kita masuk ke search engine, browsing, dan lain-lain. Adapun
upstream adalah kecepatan transfer data, yaitu saat kita mengirimkan data dari
computer ke server. Baik downstream maupun upstream memiliki
satuan kecepatan transfer data , yaitu bps (bit per second). Artinya, banyaknya
bit data yang dipindahkan dari satu computer ke computer lainya setiap
detiknya.
Kecepatan akses internet dihitung dari jumlah data yang
dikirim dalam satuan waktu. Jika kita mengirim 1kb file/detik, berati kita
telah mengirim 1.000 byte, dengan 1 byte = 8 bit maka data yang dikirim sama
dengan 8.000 bit = 8kbps per kilo bit per sekon. Sementara unbtuk satuan yang lebih
besar menggunakan Mbps mega bit per sekon berate 1.000 kbps.
Kecepatan pengirim data di media komunikasi biasanya di tulis
dalam jumlah bit yang dikirim per detik, atau biasa disebut “bit per second”
atau “bps. Notasi kecepatan dalam bps sering kita temukan pada peralatan
jaringan, seperti modem, Ethernet dan lain-lain. Beberapa notasi yang sering
digunakan:
1.000 bit/detik = 1 kilo bps = 1 Kbps
1.000.000 bit/detik = 1 mega bps = 1 Mbps
1.000.000.000 bit/detik = 1 giga bps
= 1 Gbps
Notasi lain yang sering digunakan untuk mengukur
kecepatan transfer data biasanya ditulis dalam jumlah Byte per detik, atau
biasa disebut “Byte per second” atau “Bps”. Perhatikan pada Byte digunakan
huruf besar. Hubungan antara bit dengan Byte adalah 1Byte = 8 bit. Hubungan berikut
biasanya digunakan antara Byte dengan bit.
1 Kbps = 8 Kbps
1 Mbps = 8 Mbps
Notasi Bps, KBps atau MBps sering kita temukan pada
saat kita melakukan evaluasi proses pengiriman data atau pengiriman file dari
jaringan atau internet.
B.Saluran Akses Internet
Kecepatan
akses akan sangat bergantung pada teknologi jaringan di sekitar dan
jarak/kondisi lingkungan saat koneksi internet dilakukan. Adanya perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi saat ini memungkinkan kita dapat
mengoneksikan computer dengan internet melalui beberapa cara. Terdapat beberapa
pilihan tipe/jenis kecepatan internet yang dapat digunakan. Berikut adalah
kecepatan internet sesuai dengan saluran yang dipilih.
1. Dial-Up
Jaringan
telepon sudah merambah makin luas, sehingga kita dapat mengoneksikan computer
dengan internet. Cara menghubungkan computer ke internet menggunakan kabel
telpon sering disebut Dial-Up. Dial-Up melalui jalur PTSN (Public Switched
Telephone Network) akan menghubungkan kita ke ISP Telkom. Koneksi ke Dial-Up
ini umumnya digunakan pribadi-pribadi yang ingin menghubungkan internet dari
rumah. Computer yang digunakan biasanya computer tunggal (bukan merupakan
jaringan computer). Kecepatan akses internet menggunakan Dial-Up dapat mencapai
maksimal dengan kecepatan 56 Kbps.
2. ADSL
Asymetric
Digital Subcriber Line (ADSL) adalah
suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi 34 kHz-1.104 kHz. Inilah
penyebab utama perbedaan kecepatan transfer data antara modem dan ADSL dengan
modem konvensional yang bekerja pada frekuensi kurang dari 4 kHz. Keunggulan
ADSL yaitu member keunggulan akses internetberkecepatan tinggi dan suara/.fax
secara maximum (di sisi pelanggan dengan menggunakan splitter untuk memisahkan
saluran telepon dan saluran modem).
3. GPRS
GPRS (General
Packet Radio Service), adalah komunikasi data dan suara yang dilakukan
dengan menggunakan gelombang radio. GPRS memiliki kemampuan untuk
mengomunikasikan data dan suara pada saat alat komunikasi bergerak (mobile).
Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data yang
berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), dan penelusuran (browsing)
internet. Layanan GPRS dipasang pada jenis ponsel tipe GSM dan IS-136, meskipun
jaringan GPRS saat ini terpisah dari GSM dalam teorinya GPRS menjanjikan
kecepatan mulai 56 kbps-115 kbps, sehingga memungkinkan akses internet, serta
pengiriman data multimedia ke computer, notebook, dan handled computer.
4. 3G
3G adalah
third generation technology yang mengacu kepada perkembangan teknologi telepon
nikrabel (wireless). 3G sebagai sebuah solusi nikrabel yang bisa memberikan
kecepatan akses: sebesar 144 kbps untuk kondisi gerak cepat (mobile), sebesar
384 kbps untuk kondisi berjalan (pendestrian), sebesar 2 Mbps untuk kondisi
Static di suatu tempat.
5. HSPA
High Speed Packet Acsess
merupakan hasil pengembangan teknologi 3G gelombang pertama Relase 99 (R99)
sehingga HSPA mampu bekerja jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan koneksi
R99. Terkait jaringan CDMA ; HSPA dapat disejajarkan dengan evolution Data
Optimized (Ev-Do) yang merupakan perkembangan dari CDMA 2000. Jaringan HSPA
sebagian besar tersebar pada spectrum 1.900 MHz dan 2.100 MHz namun beberapa
berjalan pada 850 MHz. spectrum yang lebih besar digunakan karena operator
dapat menjangkau area yang lebih luas serta kemampuanya untuk refarming dan
realokasi spectrum UHF.
HSPA menyediakan kecepatan
transmisi data yang berbeda dalam arus data turun (downlink) HSDPA (High
Speed Downlink Packet Acces) dan dalam arus naik (uplink) HSUPA (High
Speed UpLink Packet Access). Terkait standar pengembangan yang dilakukan
Third Generation Partnership Project (3GPP) perkembangan lanjutan HSPA dapat
semakin memudahkan akses ke dunia maya karena serat fitur rapid an canggih
sehingga dapat mengurangi biaya transfer data per mega bit.
6. Wireless
LAN
Tekonogi Wireless LAN
bekerja dengan menggunakan gelombang radio. Awalnya teknologi ini di desain
untuk aplikasi perkantoran dalam ruangan. Namun, sekarang Wireless LAN dapat
digunakan pada jaringan Peer-to-Peer dalam ruangan maupun point to multipoint
pada aplikasi bridge. Wireless LAN didesain sangat modular dan fleksibel.
Jaringan ini juga bisa dioptimalkan pada lingkungan yang berbeda, dapat
mengatasi kendala geografis, dan rumitnya instalasi kabel.
7. Broadband
Teknologi internet broadband
secara umum didefinisikan sebagai jaringan atau servis internet yang memiliki
kecapatan transfer yang tinggi karena lebar jalur data yang besar. Kecepatan
transfer yang biasa dijanjikan oleh servis broadband sampai sekitar 128 kbps
atau lebih. Jaringan broadband dapat digunakan banyak kalangan, mulai dari
pelajar, pehobi game, sampai kantor-kantor kecil dan kantor cabang yang ingin
memiliki koneksi seperti kantor pusat yang memiliki kecepatan cukup tinggi.
Teknologi broadband yang paling umum digunakan di Indonesia untuk menghubungkan
koneksi internet untuk kalian adalah teknologi DSL, teknologi cable dan fixed
wireless. Masing-masing media memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri.
C. Faktor yang memengaruhi Kecepatan Akses Internet
Ada beberapa factor yang dapat memengaruhi kecepatan
akses internet, antara lain:
1. Bandtidth
Kecepatan akses internet
dapat diukur berdasarkan Bandwidth (lebar pita). Bandwidth adalah besaran yang
menunjukan seberapa benyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui
sebuah network, atau lebar saluran data (pita) yang dapat dilewati secara
bersama-sama oleh data-data yang ditransfer.
2. Server
Proxy
Server Proxy adalah sebuah
computer server atau program computer yang tidak dapat bertindak sebagai
computer lainya untuk melakukan request terhadap content dari internet atau
intranet. Proxy Server bertintak sebagai gateway terhadap dunia internet untuk
setiap computer klien. Proxy Server merupakan server yang bertugas menyimpan
sementara (cache) file html server lain, dengan bermaksud mempercepat akses
internet.
3. Backbone
Backbone adalah saluran
koneksi utama jaringan ISP dengan internet. Membuat sebuah Backbone memerlukan
teknologi yang tinggi dan dana yang besar. Kebanyakan ISP menyewa Backbone dari
perusahaan lain atau memakainya bersama-sama dengan ISP lain. Penggunaan
backbone secara bersama dapat menghemat biaya namun dapat mengurangi kecepatan
akses masing-masing ISP. Backbone merupakan koneksi antarkomputer yang
menjangkau dunia yang menyediakan layanan penuh untuk Internet Service
Provider (ISP). mereka memiliki koneksi yang mendekati 45 megabytes per
second yang dihubungkan dengan pada titik interkoneksispesifik, yang disebut
juga dengan national access point. ISP local biasanya menghubungkan pada
backbone ini melalui router, sehingga data yang dibawa pada tujuan akhir melalui
backbone ini.
4. Keamanan
Data
Trensaksi internet rawan
terhadap pembajakan. Oleh karena itu kita perlu megetahui apakah sebuah ISP
menggunakan firewall untuk keamanan transaksi online atau tidak. Hal ini
berpengaruh kepada kecepatan akses data terutama pada saat kita upload
(memasukan data dari computer local ke computer server di internet) dan
download (mengambil data dari internet), sehingga proses tersebut dapat
berjalan dengan lancer.
5. Kecepatan
yang diberikan/ditawarkan ISP
Biasanya ISP memberikan
beberapa penawaran tentang paket internetnya dengan kecepatan dan ketentuan
yang berbeda satu sama lainya.
6. jenis
koneksi internet yang digunakan
Perlu diketahui bahwa banyak
cara agar kita dapat terhubung(terkoneksi)
dengan internet, berikut ini adalah beberapa jenis koneksi yang biasa
dipakai di Indonesia secara umum:
a. Dial Up: melalui
sambungan telepon rumah dengan modem biasa
b. ADSL: melalui sambungan
kabel telepon rumah dengan modem ADSL, jenis koneksi ini lebih cepat dari Dial
Up
c. GPRS: melalui modem
handphone atau mobile modem atau modem GSM atau CDMA, tidak begitu cepat
dibandingkan ADSL Modem.
d. Wireless: melalui
jaringan Wireless yang disediakan ISP< koneksi ini lebih cepat dari ADSL
modem tergantung dari beberapa kecepatan yang diberikan ISP dan kemampuan
perangkat wireless anda menangkap sinyal.
7. Komputer yang digunakan
Computer yang digunakan
sangat mempengaruhi kecepatan akses internet. Semakin bagus Spesifikasi
computer yang digunakan maka koneksi internet akan semakin baik juga.
8. Sistem Komputer
System pada computer yang
digunakan juga sangat berpengaruh terhadap kecepatan akses internet, seperti
Operating System yang anda gunakan, system keamanan pada computer anda terhadap
serangan dari internet seperti Trojan, virus, worm, dan sebagainya. Perlu
diketahui system yang bersih akan berpengaruh pada kecepatan akses internet
9. Aplikasi
browser yang digunakan.
Aplikasi yang digunakan
untuk browsing di internet juga berpengaruh terhadap kecepatan akses internet.
Ada banyak sekali aplikasi browser saat ini. Contohnya : Internet Ekspoler,
Mozila Firefox, Opera, Google Chrome, Netscape, Maxthon dan lain-lain. Semua
memiliki keunggulan dan kelemahan sendiri-sendiri